Jasa Konsultan Perizinan Andalalin Bandung 0813-6722-0656
Perencanaan Transportasi dan Kinerja Jalan
Oleh karena itu menurut Salter (1989), hubungan antara lalu-lintas dengan tata guna lahan dapat di kembangkan melalui suatu proses perencanaan transportasi yang saling terkait, yang terdiri dari :
1.Bangkitan / tarikan perjalanan, untuk menentukan hubungan antara pelaku perjalanan dan faktor guna lahan yang di catat dalam inventaris perencanaan.
2.Penyebaran perjalanan, yang menentukan pola perjalanan antar zona.
3.Pembebanan lalu lintas, yang menentukan jalur transportasi publik atau jaringan jalan suatu perjalanan yang akan di buat.
4.Pemilihan moda, suatu keputusan yang di buat untuk memilih moda perjalanan yang akan di gunakan oleh pelaku perjalanan.
5.Volume lalu-lintas ruas jalan adalah jumlah atau banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik tertentu pada ruas jalan dalam suatu satuan waktu tertentu.
Karateristik Jalan
Segmen jalan perkotaan melingkupi empat tipe jalan, yaitu :
1. Jalan sedang tipe 2/2TT.
2. Jalan raya tipe 4/2T.
3. Jalan raya tipe 6/2T.
4. Jalan satu-arah tipe 1/1, 2/1, dan 3/1.
Oleh karena itu analisis kapasitas tipe jalan tak terbagi (2/2TT) di lakukan untuk kedua arah lalu lintas, untuk tipe jalan terbagi (4/2T dan 6/2T) analisis kapasitasnya di lakukan per lajur, masing-masing arah lalu lintas, selain itu juga untuk tipe jalan dengan tipe jalan satu arah pergerakan lalu lintas, analisis kapasitasnya sama dengan pendekatan pada tipe jalan terbagi, yaitu per lajur untuk satu arah lalu lintas. Selain itu juga untuk tipe jalan yang jumlah lajurnya lebih dari enam dapat di analisis menggunakan ketentuan-ketentuan untuk tipe jalan 4/2T (Pedoman Kajian Jalan Perkotaan, 2014)
Karateristik Arus Lalu Lintas
Arus lalu lintas merupakan arus atau volume lalu lintas pada suatu jalan raya yang di ukur berdasarkan jumlah kendaraan yang melewati titik tertentu selama selang waktu tertentu. Oleh karena itu arus lalu lintas di suatu lokasi tergantung pada beberapa faktor yang berhubungan dengan daerah setempat yaitu besaran-besaran yang bervariasi tiap jam dalam sehari, tiap hari dalam seminggu, selain itu juga tiap bulan dalam setahun (Oglesby dan Hicks, 1990).
Volume Lalu Lintas
Volume lalu lintas merupakan banyaknya kendaraan yang melewati suatu titik pengamatan dalam satuan waktu (hari, jam, menit). Oleh karena itu satuan volume lalu lintas umumnya di pergunakan sehubungan dengan penentuan jumlah dan lebar lajur adalah: Lalu Lintas Harian Rata-rata, Volume jam perencanaan, selain itu juga Kapasitas (Sukirman, 1994).
Baca Juga : Jasa Konsultan Perizinan Andalalin Jawa Barat
Jasa Konsultan Perizinan Andalalin Bandung 0813-6722-0656
![]()